Jika
Anda berwisata ke Sumatera Barat jangan lupa untuk mencicipi masakan
makanan dan minuman khas Minangkabau. Sebagai referensi inilah beberapa
makanan dan minuman khas tradisional asal Sumatera barat.
1. Rendang
Siapa yang tidak kenal dengan masakan rendang,
makanan asal Provinsi Sumatera Barat ini adalah salah satu masakan khas
nusantara yang sangat lezat dan dapat disimpan satu minggu hingga empat
minggu. Kenapa bisa
bertahan begitu lama? karena Rendang adalah masakan yang
mengandung bumbu rempah yang kaya, dan tidak banyak kuah serta enak dimakan dengan nasi.
| Rendang daging sapi |
Selain bahan dasar daging,
rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai
bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit,
jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut
sebagai pemasak. Keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami,
yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai
bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui
memiliki aktivitas antimikroba yang kuat.
Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan
campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari
proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses
memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering
dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga
berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan
santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.
Salah
satu ciri khas masakan rendang adalah dimasak secara besar-besaran yaitu
pada saat memasuki bulan
puasa ramadhan, hari raya idul fitri, hari raya idul Adha. Dapat anda
temukan pada hari besar tersebut di daerah Pariaman, Bukittinggi, Batu
Sangkar, Nagari Pariangan, Padang, Padang Panjang, Pasaman, dan daerah
sumbar lainnya.
2. Sala Lauak
Jika berwisata ke Sumatera Barat, Anda akan
menyesal jika tidak pergi ke Pariaman, karena apa? Karena disana ada makanan
khas Sala Lauak. Apa itu sala lauak? Sala lauak adalah Gorengan berbentuk bulat terbuat dari bahan baku ikan asin yang dihaluskan dan dicampur bersama adonan
tepung beras yang dibumbui bawang putih. Sala jenis ini memiliki tekstur bagian
luar yang sedikit keras dan bagian dalam yang lebih lunak.
| Sala lauak khas Pariaman |
Sala lauak umumnya disajikan
sebagai hidangan pelengkap ketika sarapan pagi. Hidangan utama yang biasanya
disajikan bersama sala lauak antara lain adalah ketupat gulai. Cita rasanya
yang unik, membuat kuliner ini menjadi menu sarapan khas Kota Pariaman.
3. Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman
Sama seperti daerah nusantara yang lain Sumatera Barat juga mempunyai
masakan sate yang khas. Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis
varian sate di Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate
Pariaman.
Sate Padang memakai bahan daging
sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang
kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.
Sate padang panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning
sedangkan sate pariaman kuahnya berwarna merah (pedas). Rasa kedua jenis sate
ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua
jenis varian sate di atas.
Daging ayam segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua
kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan
dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan
sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur
dengan 19 macam bumbu rempah-rempah yang telah dihaluskan (bawang merah, bawang
putih, kunyit, jahe, dan serai) dicampur dengan berbagai macam cabai. Seluruh
bumbu kemudian dijadikan satu dan dimasak selama 15 menit. Rempah-rempah inilah
yang membuat rasa kuah sate menjadi kaya rasa.
Sate sendiri hanya dibakar saat dipesan, menggunakan arang dari tempurung kelapa. Dimakan dalam keadaan hangat, biasanya ditambah
dengan keripik balado khas Minang. Beberapa penjual sate yang cukup dikenal
oleh masyarakat Minang ataupun perantau di antaranya adalah Sate Mak Syukur
Padang Panjang, Sate Dangung-Dangung, dan Sate KMS.
4. Gulai Toco (Tauco)
Gulai Tauco atau biasa
dikenal dengan Gulai Toco merupakan salah satu Masakan Khas Daerah
Minang yang menggunakan tauco sebagai bumbu penyedapnya.
| Gulai toco |
Sayuran yang digunakan
dalam masakan ini adalah buncis, dengan tambahan potongan udang, tahu dan tempe masakan
yang lezat dan sehat bukan?
5. Dendeng balado dan Dendeng batokok
Dendeng balado dan Dendeng batokok adalah masakan khas Sumatera Barat dibuat dari irisan tipis dan
lebar daging sapi yang dikeringkan lalu digoreng kering. Daging goreng ini lalu diberi
bumbu balado.
| Dendeng balado |
Sedangkan dendeng
batokok bahannya sama dengan dendeng balado, bedanya adalah bumbu baladonya
bukan memakai cabai merah, namun memakai cabai hijau yang diiris kasar dan
daging sapi setelah diiris tipis melebar lalu dipukul-pukul dengan batu cobek
supaya dagingnya menjadi lembut.
6. Katan Durian
Selain makanan
rendang, dendeng balado dan sate padang ternyata ada lagi makanan yang tidak
kalah untuk dicoba saat berwisata ke Sumatera Barat yaitu Katan Durian. Siapa yang tidak tahu dengan buah durian, buah
yang berduri tajam dengan isi yang sangat lezat menggoda seluruh orang untuk
mencobanya.
| Katan durian |
Ado katan ado lo durian tu baru sero". Begitulah orang Minang
menyebut tentang kuliner yang satu ini yang berarti "ada ketan ada juga
durian ini baru nikmat". Ya, bagi masyarakat Sumatera Barat menikmati
durian belum lengkap rasanya tanpa kehadiran ketan.
Katan
merupakan olahan beras ketan yang dikukus hingga matang. Dalam proses
pengukusan beras ketan ditambahkan irisan daun pandan agar wangi.
Dalam
penyajiannya bersama durian, katan ditaburi kelapa parut yang telah ditambahkan
garam halus secukupnya. Buah durian yang telah dikupas disajikan diatas piring
dengan katan dan kelapa parut.
Legitnya buah durian nan manis dan lembut dimakan
bersamaan dengan gurihnya katan akan mampu menggoyang lidah penikmatnya.
7. Lamang
Lamang adalah makanan khas berasal dari Sumatera Barat beras ketan yang dimasak dengan santan dalam bambu muda.
Bahan utamanya adalah beras ketan putih, santan kelapa, daun pandan, dan
sedikit garam.
| Lamang tapai |
Beras ketan dicuci bersihkan dulu dan dimasukan ke dalam ruas
bambu muda yang terlebih dahulu dilapisi dalamnya dengan daun pisang kemudian
baru dituangkan santan ke berasnya dan di bakar dengan bara api, dijaga jangan
sampai ruas bambu terbakar cara melihat matangnya adalah dari warna bambu hijau
menjadi warna gelap kekuning-kuningan.
Makan lamang ada yang kurang tanpa ditemani
tapai. Tapai adalah
tape beras ketan hitam yang dibuat dengan memfermentasikan beras ketan dengan
ragi.
Makanan yang khas dengan penyajian yang unik namun rasa yang lezat dan
gurih. Macam-macam lemang diantaranya : Lamang katan dan lamang pisang mudah
ditemukan di pasar tradisional.
8. Galamai
Jika anda mencari cemilan yang
lezat dan enak maka galamai lah tepatnya, pasti anda yang tidak tahu akan
bertanya Apa itu galamai? Bentuknya seperti apa?
| Galamai |
Galamai merupakan cemilan sejenis dodol atau jenang yang berkembang di
Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Selain di Payakumbuh, cemilan ini juga ditemukan di berbagai tempat
di Sumatera Barat, antara lain Solok, Pariaman, dan Pasaman. Penyebutan kuliner
ini juga bervariasi di tiap daerah. Antara lain, galamai, kalamai, calamai dan
gelamai.
Makanan yang
satu ini terbuat dari tepung beras ketan (pulut), gula aren, dan santan. Ketiga
jenis bahan ini dimasak dalam suatu kuali besar hingga membentuk gumpalan yang
liat dan berwarna kecokelatan. Gumpalan ini akan dipotong dan dibentuk sebelum
adonannya dingin.
Sepanjang 3-4
jam proses pemasakan, adonan galamai di atas kuali tidak boleh berhenti diaduk
dengan nyala api yang harus benar-benar pas. Karenanya, kualitas dari galamai
yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kelihaian dan pengalaman dari orang yang
membuatnya.
9. Palai Rinuak
Palai rinuak adalah masakan khas dari daerah Maninjau Agam Sumatra Barat,
Palai rinuak terbuat dari ikan rinuak yang diberikan bumbu dan parutan kelapa
lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus, palai yang berarti pepes
dalam bahasa minang dan rinuak adalah sejenis ikan yang berukuran sebesar korek
api yang banyak terdapat di danau maninjau, rasa ikan rinuak sangatlah gurih
dan kita tidak akan menemuinya selain di Maninjau, namun ikan rinuak dapat kita
ganti dengan ikan teri apabila kita susah mencarinya, Bagi anda penggemar masakan
ikan harus menco palai rinuak ini dijamin tidak akan menyesal dengan ke khas
palai rinuak ini.
| Palai rinuak |
Sebenarnya Olahan rinuak sangat banyak, mulai digoreng biasa, goreng
balado, dipalai (dipepes), dibuat jadi godok-godok (gorengan), digulai, dan
masih banyak macam olahan rinuak lainnya. Panganan rinuak tersebut hanya bisa
dinikmati di Maninjau Provinsi Sumatera Barat.
10. Teh Talua
Teh Talua atau teh
telur adalah minuman khas Sumatera Barat yang merupakan menu wajib di warung
tradisional maupun restoran Padang. Minuman ini terdiri dari campuran teh, gula
dan telur dan sedikit perasan jeruk nipis. Telur yang digunakan biasanya adalah
telur ayam kampung karena berdasarkan penelitian telur banyak mengandung
protein yang baik untuk meningkatkan energi.
| Teh talua |
Teh talua
biasanya diminum oleh para petani yang hendak meladang, sebagai penambah
stamina kerja. Jika anda berwisata ke
Sumatera Barat, luangkanlah waktu Anda untuk mencoba teh talua. Sangat cocok di
minum saat pagi hari maupun malam hari.
Telur (ayam
kampung/itik) di kocok dengan gula pasir sesuai selera, setelah mengembang
disiram dengan air teh yang telah diseduh dengan air panas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar